Welcome to 96 FAN FICTIONS!! ^O^/

Haaai! Haaaii~ Annyeoooong?! Sebelumnya makasih, ya, udah visit ke blog abstrak ini. Kekeke~

Sesuai namanya, blog ini aku khususkan untuk memposting Fanfiction/FF yang insya allah buatanku semua, dan mungkin FF-ku bakalan ditemukan juga di SF3SI, Dream World, Read Fanfiction dan Asian FF Story. Pokoknya yang authornya Mira~Hyuga, itulah aku… #dikeroyok

Oke, sekarang gak usah mempermasalahkan nama lagi, ya! ^^ *sok iye*

Kita intip rules di blog ini, yuk! ^^ Ini, nih :

1.   Please leave a comment if you read a post here! Like and rate are love~ :3 Tapi gak maksa juga, sih… Kalaupun pembaca gak menghargai aku, biarlah Tuhan yg menghargai. Hehe~ :D

2.  NO BASH! Gak diizinkan juga membuat komen yg memicu bashing. Keep the peace, oke?! (^-^)v

3.  Let’s be friend! (^_^) Maen ke page I Have to Know U, ya! Kita ngobrol-ngobrol di sana! ^0^

Yap, kayaknya segitu aja. Selebihnya readers dibebaskan mau ngapain aja di blog ini. Hoho ~(^-^)~ So, HAVE FUN! :D

Kamsahamnida~ ^^

I Can’t be With Him – Part 6 (A)

Credit poster : Shadow

Credit poster : Shadow (IcaEliza)

>>> Previous <<<

“Apa yang pertama kali kau pikirkan di saat seperti ini, atau saat kau berlama-lama mengamati langit?”

“Apa, ya? Kalau kau sendiri?”

“Orang tuaku.” jawab Jinki langsung. Dari suaranya Jibyung yakin lelaki itu sedang tersenyum, “Setiap melihat langit malam penuh bintang, aku selalu bertanya-tanya tentang mereka. Apakah mereka sebenarnya menyayangiku atau memang tak ingin aku hadir di dunia, makanya aku dititipkan di Panti Asuhan? Bagaimana hidup mereka saat ini? Apakah bahagia?”

“…”

“Aneh, ya?” Jinki terkekeh, “Lalu, kalau lebih lama lagi melihat langit dan mulai menghitung berapa bintang yang ada di sana, aku selalu ingat teman-temanku dulu. Dimana mereka saat ini? Apakah akan ada saat dimana kami semua berkumpul seperti dulu, membuat suasana hangat dan menyenangkan?”

*

Taemin mengangkat salah satu tangannya, menunjukkan sebuah cincin yang terpasang di jari kelingkingnya, “Kau melupakan ini di kamar mandi. Bukankah sudah kukatakan jangan pernah melepaskannya?”

>>><<<

  Continue reading