For Your Information!

Welcome to 96 Fan Fictions! ^O^/

Thanks for visit!

Blog khusus fanfiction ini dibuat tahun 2011 tepatnya bulan Oktober tanggal 30. The owner called Mira, a simple 96 line girl yang labil ganti-ganti display name dari Mira~Hyuga jadi MiraeLee nyahaha *intromacamapa*

Kalau sebelumnya aku heboh bikin peraturan buat jalan-jalan di sini, kali ini, karena aku udah lebih kalem(?), visitors free mau ngapain aja, kecuali take out without credit, yang bahasa jerman(?)nya copy-paste tanpa kredit! ^6^

Mau pilih-pilih FF yang mau dibaca?

Ini gudangnya.

Mau memperkenalkan diri atau merusuh dan menggila?

Sebenernya boleh dimana aja, sih. Tapi kalau mau khusus, mari menggila di sini! Itu page masih sepi deh huhuhu syedih. *apa ini*

Mau mengenal ownernya lebih jauh? *geer*

Add Facebook

Follow Twitter

I Can’t be With Him – Part 8

Poster by : Shadow
Poster by : Shadow

>>> Preview <<<

… Luxury Noraebang & Restaurant…

Kibum dan Jonghyun terbahak paling keras ketika melihat skor 60 yang tertampil di layar ketika lagu selesai. Minho tampak dongkol dan pundung(?), tapi Younggeun malah menjerit seperti fangirl yang sedang melihat idolanya dengan mic masih di depan mulut, “KYAAAH!”

Gadis itu memang sedang tidak melihat layar, melainkan pada pintu dimana seseorang baru saja masuk. Teriakannya semakin merendah dan raut berbinar-binarnya digantikan keheranan ketika dia menyadari sesuatu. Dan ketika yang lain mengikuti pandangannya, hening mencekam(?).

Sementara si objek yang dipandangi—yang tampaknya baru saja mengubah warna rambutnya—mengangkat alis lalu tersenyum sambil menatap berkeliling, “Halo, semuanya.”

>>><<<

PART 8

Tentu saja suasana berubah canggung setelah kedatangan Lee Taemin yang ternyata Jonghyun undang tanpa sepengetahuan mereka—ah, lebih tepatnya Jonghyun hanya memberitahukan lokasi mereka ketika Taemin bertanya selepas pertandingan basket di sekolah tadi.

Jibyung benar tentang Taemin yang memiliki hal lain di kepalanya ketika laki-laki itu tidak mendesaknya tadi. Continue reading

I Can’t be With Him – Part 7

Credit poster : Shadow
Credit poster : Shadow

a/n : agak terlalu bertele-tele karena part ini emang isinya cuma semacam ‘jembatan’ buat konflik di depan, hehehe.. maaf, yaa ^^ Happy reading!

>>> Previous <<<

“Selain lagu ini, bisakah… bisakah kau mengatakan sesuatu yang bisa membuatku lebih berusaha?”

“…”

“…”

Himnae, Jibyung-ah.

.

Itu saja.

Dan sebuah senyum hangat yang lain.

.

Pemuda Lee itu menyadari kekosongan yang sempat merayap di mata Jibyung, tapi tidak lama gadis itu mendengus samar dan mendesah pelan, “Aku lega setidaknya kau ada di sini.”

Jinki terdiam.

“Jangan pergi sebelum aku memintamu untuk melakukannya.”

“…”

“Selamat malam.”

Sambungan telpon berakhir.

>>><<<

PART 7

Begitu Youngra dan Jibyung menghilang di balik pintu, Taemin menerima sapu tangan yang diberikan ibunya dan menggunakan benda itu untuk mengeringkan wajahnya, sementara tuan Shin berkali-kali mengatakan maaf atas kejadian yang baru saja dialami laki-laki remaja itu.

Gwaenchanayo, Abeonim.” Taemin menjawab Continue reading

I Can’t be With Him – Part 6(B)

ICWH

PART 6(B)

>>><<<

“Belum berbaikan dengan Taemin?”

Jibyung mengangkat kepala dari makanannya dan menatap Younggeun yang duduk di hadapannya, sedang menatapnya dengan pandangan ingin tahu yang setengah memelas. Jibyung hanya menggeleng dan kembali menyuap sushi-nya dengan tenang.

“Kau tahu? Anak-anak perempuan yang menggilai Taemin senang sekali kalian sedang perang dingin. Kau mau mereka terus senang?”

“Jadi kau mau aku segera berbaikan dengannya?” Continue reading

Between The Chocolate

Originally posted on FFindo:

BETWEEN THE CHOCOLATE copy

Cast(s) : Kim Jongin & YOU || Genre : Fluff? Friendship || Length : Ficlet lebih dikit (?) || Rating : Teen || Author : MiraeLee (@cumiraw6)

Disclaimer : Own the plot and poster (yang foto aslinya didapet dari google). Maaf posternya rada ga nyambung -__-a

Happy reading!

 

View original 2,172 more words

You’re Stupid [7]

A-tQEKMCUAAav1y.jpg large

a/n : nothing to say, but sorry for the late update as usual m(_._)m
and happy reading! ><

>>>Previous<<<

“Aah!” Hani menjerit panik, dan ketika Kyuhyun melihatnya, dia bisa menyaksikan api yang mulai merambat di kaos kaki gadis itu.

>>><<<

PART 7

Gang menyeringai puas melihat Kyuhyun yang membeku di tempatnya. Seolah tak bersalah, dia hanya duduk santai di sana ketika api di kaki Hani mulai naik membakar kulitnya. Gadis itu menjerit lebih keras merasakan panas yang menyengat. Continue reading

The Girl Belongs to The Man

Originally posted on FFindo:

the girl belongs to the man

The Girl Belongs to The Man

by : MiraeLee (@cumiraw6)

Main Cast(s) : Park Yura (Chanyeol’s older sister), Park Chanyeol, Jung Yuhyeon (OC/You : covered by Baek Sumin) || Genre : Family, Fluff (I hope._.) || Rating : Teen || Length : Ficlet (1075) || Cerdit pic : LaSoiree

Related fics :

Smile | The Reason | First Snow | That Poor Barista

 

Summary :

Apa Park Chanyeol memang sudah tumbuh menjadi seorang pria tanpa disadarinya?

View original 1,145 more words

That Poor Barista

Originally posted on FFindo:

That Poor Barista

Main Cast : Park Chanyeol (EXO-K) &  Jung Yuhyeon/YOU || Other Cast : Other EXO members, Miss A’s Jia, etc. || Genre : Friendship, Romance, Humor || Length : Oneshot(5850 words) || Rating : Teen || Author : Mira~Hyuga/MiraeLee (@cumiraw6)

||

View original 5,989 more words

I Can’t be With Him – Part 6 (A)

Credit poster : Shadow
Credit poster : Shadow (IcaEliza)

>>> Previous <<<

“Apa yang pertama kali kau pikirkan di saat seperti ini, atau saat kau berlama-lama mengamati langit?”

“Apa, ya? Kalau kau sendiri?”

“Orang tuaku.” jawab Jinki langsung. Dari suaranya Jibyung yakin lelaki itu sedang tersenyum, “Setiap melihat langit malam penuh bintang, aku selalu bertanya-tanya tentang mereka. Apakah mereka sebenarnya menyayangiku atau memang tak ingin aku hadir di dunia, makanya aku dititipkan di Panti Asuhan? Bagaimana hidup mereka saat ini? Apakah bahagia?”

“…”

“Aneh, ya?” Jinki terkekeh, “Lalu, kalau lebih lama lagi melihat langit dan mulai menghitung berapa bintang yang ada di sana, aku selalu ingat teman-temanku dulu. Dimana mereka saat ini? Apakah akan ada saat dimana kami semua berkumpul seperti dulu, membuat suasana hangat dan menyenangkan?”

*

Taemin mengangkat salah satu tangannya, menunjukkan sebuah cincin yang terpasang di jari kelingkingnya, “Kau melupakan ini di kamar mandi. Bukankah sudah kukatakan jangan pernah melepaskannya?”

>>><<<

  Continue reading