Featured

For Your Information!

Welcome to 96 Fan Fictions! ^O^/

Thanks for visit!

Blog khusus fanfiction ini dibuat tahun 2011 tepatnya bulan Oktober tanggal 30. The owner called Mira, a simple 96 line girl yang labil ganti-ganti display name dari Mira~Hyuga jadi MiraeLee nyahaha *intromacamapa*

Kalau sebelumnya aku heboh bikin peraturan buat jalan-jalan di sini, kali ini, karena aku udah lebih kalem(?), visitors free mau ngapain aja, kecuali take out without credit, yang bahasa jerman(?)nya copy-paste tanpa kredit! ^6^

Mau pilih-pilih FF yang mau dibaca?

Ini gudangnya.

Mau memperkenalkan diri atau merusuh dan menggila?

Sebenernya boleh dimana aja, sih. Tapi kalau mau khusus, mari menggila di sini! Itu page masih sepi deh huhuhu syedih. *apa ini*

Mau mengenal ownernya lebih jauh? *geer*

Add Facebook

Follow Twitter

I Can’t be With Him – Part 10

Poster by : Shadow
Poster by : Shadow

>>>Previous <<<

“Janji akan menghubungiku? Jangan berani-berani lagi mengabaikan pesanku, dan selalu beri kabar.”

Jinki terkekeh kalem, “Aku masih di Korea.”

“Dan makanlah yang banyak! Kau nyaris seperti Skull King.”

Kali ini Jinki tergelak renyah, “Oke.” jawabnya ringan, kemudian melanjutkan, “Aku pergi.”

Dia mengangguk kecil lantas berbalik. Akhirnya Jibyung bisa melepas laki-laki itu menghilang di balik belokan lorong, keluar melalui pintu belakang rumah itu, dan membiarkan dirinya lagi-lagi bertanya-tanya tentang perasaan Jinki padanya.

>>><<<

PART 10

1.40 am.

Sesuatu yang entah apa itu membangunkan Jinki dari tidurnya yang baru benar-benar nyenyak satu jam yang lalu. Matanya yang masih setengah menutup memindai langit-langit kamar dan sisi kanan-kirinya, menyadari ini bukan kamar yang biasa dia tempati sebelumnya.

Laki-laki itu bangun menjadi duduk, berpikir entah mengenai apa, lalu turun untuk pergi ke kamar mandi. Tiga menit berikutnya dia kembali lagi lalu menyalakan lampu kamar karena tiba-tiba merasa tidak nyaman dengan sinar bulan yang sudah sangat samar menelusup ke sela-sela kaca jendelanya. Continue reading “I Can’t be With Him – Part 10”

Mengenal Paperworld Lebih Dekat

RP pertama dan satu-satunya yg aku ikutin. Its so… pokoknya wajib coba! ><

Paperworld

INTRO

Menulis ulang deskripsi yang telah dijabarkan sebelumnya di page ‘About’, Paperworld Academy & Dorm adalah sebuah roleplay berbasis teks via Facebook yang sudah dibentuk sejak April 2012. Konsepnya merupakan sebuah sekolah swasta berasrama yang setara SMA, Paperworld Academy, yang terletak di daerah Gangnam, Seoul, Korea Selatan. Puppet yang didaftarkan oleh pendaftar/roleplayer semuanya akan menjadi calon siswa, tapi setelah memasuki grup, kita juga akan melihat karakter kepala sekolah, guru bahkan pegawai NPC (Non-Playable Character) yang seringkali menambah keramaian di lingkungan Paperworld.

Tak hanya bermain peran sebagai orang/karakter lain, di komunitas ini seluruh anggota (yang kemudian disebut Puppet Master/PM), dapat mengasah keterampilan menulis karena sewaktu-waktu mereka perlu menunjukkan perkembangan karakter puppet atau plot puppet yang dimainkan dengan satu atau beberapa thread berbentuk narasi.

View original post 1,823 more words

My Twin Behind The Scene

My Twin Behind The Scene

Ketika lagi suntuk-suntuknya, pengen nulis tapi gaada satupun ide yang terlintas bahkan cuma buat ngelanjutin yang udah ada, aku baca-baca lagi My Twin yang sejauh ini merupakan FF paling absurd sekaligus paling ‘hidup’ yang pernah aku tulis, wkwk.. Jangan heran, ya. ‘Paling hidup’ standar aku emang baru segitu, haha.

Saking ngerasa FF ini cukup ‘hidup’-nya, aku sampai kepikiran bikin behind the scene, proses penulisannya walaupun sangat-sangat telat. Aku pikir fanfic ini cukup berjasa mengembangkan gaya tulisanku, bahasa yang aku pakai, jadi kupikir lagi, kenapa nggak aku membuatnya spesial dengan cara kayak gini? Kenapa enggak, hal yang nantinya cuma bakal jadi sejarah yang hanya terjadi satu kali ini, aku wujudkan dalam bentuk tulisan yang bisa dibaca berulang-ulang, walaupun yang baca cuma aku?😄

Jadi akhirnya, dengan segala keterbatasan ingatanku, diketiklah postingan ini. Continue reading “My Twin Behind The Scene”

I Can’t be With Him – Part 9

Poster by : Shadow
Poster by : Shadow

>>> Preview <<<

“Kapan operasinya bisa dilakukan, seonsaengnim?” Jinki bertanya.

“Untuk CABG kami menjadwalkan besok sore. Karena ini operasi pada koroner yang lebih baik jika dilakukan semi elektif. Sementara untuk pankreatitisnya, saya kira lebih baik dilakukan setelah trauma operasi CABG habis.”

Jibyung tidak begitu mengerti istilah-istilah itu, tapi dia melihat Jinki mengangguk paham. Kakek Shin pun menyatakan kesetujuannya untuk dilakukan operasi dan kunjungan dokter-dokter itu selesai sampai di sana.

*

Kepura-puraan Taemin berubah jadi keseriusan sekaligus kepenasaran kecil. Sejak empat lembar terakhir—dari semua lembar yang terisi—di jurnal itu, beberapa kali dia melihat nama Panti Asuhan Gangdong tertera. Dia mereview-nya sekali lagi dan mendapat kesimpulan bahwa sang ibu mengunjungi tempat itu hampir setiap bulan sejak awal musim semi yang lalu.

Awalnya Taemin mengira mungkin ibunya melakukan semacam bakti sosial rutin di sana. Tapi perkiraan itu memudar ketika Taemin ingat nama panti itu pernah didengarnya dari Jinki, saat pemuda itu menceritakan latar belakangnya pada Taemin beberapa waktu silam.

>>><<<  Continue reading “I Can’t be With Him – Part 9”

Gak tau lagi apa judul yang cocok. Gak apa-apa, lah, hitung-hitung titik-titik itu mewakili pikiran aku yang lagi kosong hahaha..

Well, sepertinya kita harus beres-beres dulu *ambil kemoceng* *bersihin sarang laba-laba di setiap sudut* wkwkwk..

Jadiiiiii… kenapa ya, author yang nggak bertanggung jawab ini tiba-tiba nongol ngepost postingan yang judulnya ga jelas?
Continue reading “…”

I Can’t be With Him – Part 8

Poster by : Shadow
Poster by : Shadow

>>> Preview <<<

… Luxury Noraebang & Restaurant…

Kibum dan Jonghyun terbahak paling keras ketika melihat skor 60 yang tertampil di layar ketika lagu selesai. Minho tampak dongkol dan pundung(?), tapi Younggeun malah menjerit seperti fangirl yang sedang melihat idolanya dengan mic masih di depan mulut, “KYAAAH!”

Gadis itu memang sedang tidak melihat layar, melainkan pada pintu dimana seseorang baru saja masuk. Teriakannya semakin merendah dan raut berbinar-binarnya digantikan keheranan ketika dia menyadari sesuatu. Dan ketika yang lain mengikuti pandangannya, hening mencekam(?).

Sementara si objek yang dipandangi—yang tampaknya baru saja mengubah warna rambutnya—mengangkat alis lalu tersenyum sambil menatap berkeliling, “Halo, semuanya.”

>>><<<

PART 8

Tentu saja suasana berubah canggung setelah kedatangan Lee Taemin yang ternyata Jonghyun undang tanpa sepengetahuan mereka—ah, lebih tepatnya Jonghyun hanya memberitahukan lokasi mereka ketika Taemin bertanya selepas pertandingan basket di sekolah tadi.

Jibyung benar tentang Taemin yang memiliki hal lain di kepalanya ketika laki-laki itu tidak mendesaknya tadi. Continue reading “I Can’t be With Him – Part 8”

I Can’t be With Him – Part 7

Credit poster : Shadow
Credit poster : Shadow

a/n : agak terlalu bertele-tele karena part ini emang isinya cuma semacam ‘jembatan’ buat konflik di depan, hehehe.. maaf, yaa ^^ Happy reading!

>>> Previous <<<

“Selain lagu ini, bisakah… bisakah kau mengatakan sesuatu yang bisa membuatku lebih berusaha?”

“…”

“…”

Himnae, Jibyung-ah.

.

Itu saja.

Dan sebuah senyum hangat yang lain.

.

Pemuda Lee itu menyadari kekosongan yang sempat merayap di mata Jibyung, tapi tidak lama gadis itu mendengus samar dan mendesah pelan, “Aku lega setidaknya kau ada di sini.”

Jinki terdiam.

“Jangan pergi sebelum aku memintamu untuk melakukannya.”

“…”

“Selamat malam.”

Sambungan telpon berakhir.

>>><<<

PART 7

Begitu Youngra dan Jibyung menghilang di balik pintu, Taemin menerima sapu tangan yang diberikan ibunya dan menggunakan benda itu untuk mengeringkan wajahnya, sementara tuan Shin berkali-kali mengatakan maaf atas kejadian yang baru saja dialami laki-laki remaja itu.

Gwaenchanayo, Abeonim.” Taemin menjawab Continue reading “I Can’t be With Him – Part 7”